Jakarta, LiterasiHukumCom – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan bahwa pemerintah telah mengantongi petunjuk mengenai keberadaan dua orang yang masih berstatus hilang sejak unjuk rasa pada akhir Agustus 2025. Meskipun demikian, Yusril menegaskan bahwa pemerintah belum akan mengungkap informasi tersebut kepada publik. Ia mengisyaratkan bahwa kedua orang tersebut kemungkinan tidak terlibat secara langsung dalam aksi demonstrasi.
"Kita sudah ada tanda-tandanya, kita bisa tahu dimana orangnya, tapi lebih baik belum kita ungkapkan," kata Yusril dalam konferensi pers pada Jumat, 26 September 2025.
"Kemungkinan juga tidak terlibat langsung dengan demo yang terjadi kemarin," tambahnya.
Yusril menyatakan bahwa pengumuman resmi baru akan dilakukan setelah pihak pemerintah berhasil bertemu secara langsung dengan kedua orang tersebut untuk memastikan kondisi mereka.
"Baru bisa kita umumkan kalau kita sudah ketemu (langsung)," ujar Yusril.

Upaya Pencarian oleh Kepolisian

Sebelumnya, pihak kepolisian telah menegaskan komitmennya untuk terus mencari kedua orang hilang tersebut. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Brigadir Jenderal Ade Ary Syam Indradi, menyatakan timnya telah berkomunikasi dengan pihak keluarga korban.
"Tim sudah berkomunikasi dan bertemu dengan keluarganya," kata Ade pada Jumat, 19 September 2025.
Polda Metro Jaya juga membuka partisipasi publik untuk memberikan informasi melalui posko aduan atau hotline di nomor 0812 8559 9191.
"Masih terus kami cari (keberadaannya), kami mohon doanya," tutur Ade.

Data KontraS

Berdasarkan data yang dirilis oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), pada awalnya terdapat empat orang yang dilaporkan hilang. Dua di antaranya masih belum ditemukan hingga hari ini, yaitu Reno Syachputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid. Sementara itu, dua orang lainnya telah berhasil ditemukan di lokasi terpisah. Bima Permana Putra ditemukan oleh kepolisian di Malang, Jawa Timur, sedangkan Eko Purnomo diketahui sedang bekerja sebagai penangkap ikan di perairan Kalimantan Tengah. Artikel ini disusun dengan memparafrasekan berita yang tayang di Tempo.co berjudul "Pemerintah Mengklaim Telah Mengetahui Keberadaan 2 Orang Hilang" pada Senin, 29 September 2025.