Pedoman Penulis
Berikut panduan menulis dan cara mengirim artikel agar peluang tayang/publish lebih tinggi.
- Mohon jangan mengirim naskah yang ditulis oleh AI/LLM (misalnya hasil ChatGPT/Claude/Gemini) atau hasil parafrase otomatis. Tulisan seperti ini berisiko besar ditolak.
- Ilustrasi boleh dibuat dengan AI, tetapi wajib menuliskan sumbernya (tool) dan keterangan yang relevan.
1) Cara mengirim artikel
Pengiriman artikel dilakukan melalui dashboard penulis. Anda bisa mulai dari tombol “Kirim Artikel” di atas.
- Masuk / daftar akun.
- Buka menu Dashboard → Artikel → Kirim Artikel.
- Pilih jenis artikel yang akan Anda kirim (Opini, Berita, Materi Hukum, atau Ruang Publik).
- Pilih kategori/topik (maksimal 3) sesuai isi (tersedia pilihan per jenis artikel). Jika belum ada yang cocok, Anda boleh mengetik kategori baru.
- Isi Judul, Kata Kunci (wajib), Ringkasan (opsional), dan Isi Artikel.
- Tambahkan rujukan melalui Referensi/Endnote lalu sisipkan marker di paragraf yang relevan.
- (Opsional) Tambahkan cover dan lengkapi caption serta sumber gambar.
- Klik “Kirim (Pending Review)”.
- Pantau status artikel di dashboard. Jika artikel terbit, Anda (biasanya) akan menerima email notifikasi.
2) Memilih jenis artikel
Agar tulisan Anda masuk kanal yang tepat (dan tidak salah kategori), mohon pilih jenis artikel yang sesuai. Setiap jenis memiliki karakter, struktur, dan ekspektasi redaksi yang berbeda.
- Tujuan: menyampaikan informasi faktual tentang peristiwa.
- Gaya: ringkas, objektif, 5W1H, minim opini.
- Wajib: sumber jelas (pernyataan resmi, dokumen, data, rilis, putusan, dll).
- Contoh: perkembangan kasus, putusan baru, kebijakan pemerintah, konferensi pers.
- Tujuan: analisis dan argumentasi penulis.
- Gaya: menjawab isu dengan kerangka hukum yang jelas.
- Wajib: rujukan (UU, putusan, jurnal, data) jika menyebut klaim faktual.
- Contoh: analisis putusan, kritik kebijakan, isu pidana/perdata, dsb.
- Tujuan: edukasi/panduan praktis (lebih evergreen).
- Gaya: tutorial/poin-poin, definisi, contoh, checklist.
- Wajib: dasar hukum bila memberi penjelasan prosedur/ketentuan.
- Contoh: cara menggugat, alur pidana, perbedaan lembaga, template konsep.
- Tujuan: tulisan publik di luar topik hukum (bebas topik).
- Gaya: naratif, opini umum, pengalaman, edukasi ringan, dll.
- Wajib: tetap sopan, tidak mengandung fitnah/hoaks/ujaran kebencian.
- Contoh: pendidikan, teknologi, karier, komunitas, budaya, kesehatan, dll.
- Daftar kategori yang muncul di form sudah disesuaikan dengan jenis artikel (whitelist).
- Jika kategori yang Anda butuhkan belum ada, Anda boleh mengetik kategori baru (opsional). Redaksi dapat meninjau/merapikan kategorinya setelah artikel masuk.
3) Standar redaksi & etika
Kami memprioritaskan tulisan yang akurat, argumentatif, dan bertanggung jawab secara akademik.
- Orisinal (bukan salinan/copy-paste) dan tidak melanggar hak cipta.
- Rujukan jelas untuk kutipan/angka/pendapat yang faktual (UU, putusan, jurnal, buku, data resmi).
- Bahasa rapi dan sopan; hindari fitnah, ujaran kebencian, dan serangan personal.
- Transparan soal sumber gambar/ilustrasi.
- Tulisan yang terlihat AI-generated, hasil parafrase otomatis, atau “gaya robotik”.
- Plagiarisme (menyalin tulisan orang lain, termasuk dari blog/medium tanpa izin).
- Hanya rangkuman berita tanpa analisis hukum yang jelas.
- Judul clickbait atau isi tidak sesuai judul.
- Klaim hukum tanpa rujukan atau tanpa logika argumentasi.
4) Format & struktur tulisan yang disarankan
- Panjang ideal: 800–2.500 kata (fleksibel). Usahakan ringkas namun bernas.
- Judul: informatif, spesifik, tidak terlalu panjang (ideal ≤ 90 karakter).
- Paragraf: 2–4 kalimat per paragraf agar nyaman dibaca di ponsel.
- Struktur: pembuka → isu/pertanyaan → analisis → kesimpulan/rekomendasi.
- Subjudul: gunakan Heading (H2/H3) untuk memecah bagian.
- Konsistensi istilah: tulis lengkap terlebih dahulu, lalu singkatan (contoh: Peraturan Mahkamah Agung (PERMA)).
- Rujukan: gunakan endnote untuk UU/putusan/jurnal/data (lihat bagian endnote).
5) Referensi endnote [1], [2], ... dan cara menggunakannya
Kami menggunakan format endnote agar rujukan ringkas di dalam teks. Pada artikel terbit, rujukan akan tampil sebagai [1], [2], dst.
- Di form “Kirim Artikel”, buka panel Referensi/Endnote.
- Klik Tambah referensi dan isi sumber (judul UU/putusan/link jurnal/dll).
- Klik Sisipkan Marker untuk menaruh marker di posisi kursor pada editor.
- Marker akan terlihat seperti
[[ref:1]]. Biarkan apa adanya (jangan diubah). - Saat artikel tayang, marker otomatis berubah menjadi [1] dan daftar referensi muncul di bawah artikel.
[[ref:1]]) di beberapa tempat.
6) Hak cipta & gambar/ilustrasi
Artikel yang menyertakan gambar/diagram/infografik sering lebih mudah dipahami. Namun, pastikan aman dari pelanggaran hak cipta.
- Cover image (opsional), ukuran file wajar (disarankan ≤ 5MB).
- Infografik/diagram buatan sendiri.
- Ilustrasi yang Anda miliki haknya atau berlisensi jelas.
- Gambar dibuat dengan AI dengan syarat menyebut sumber/alatnya.
- Caption: jelaskan apa yang ditampilkan dan konteksnya.
- Sumber: link/atribusi (misal: situs resmi, buku, jurnal, atau “Ilustrasi dibuat dengan AI (nama tool)”).
- Jika AI: tulis minimal “Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI (Nama Tool)”. Jika perlu, tambahkan prompt singkat.
- Penulis bertanggung jawab penuh atas keabsahan penggunaan gambar/ilustrasi yang diunggah (copyright, lisensi, izin pemilik).
- Jangan mengambil gambar sembarangan dari Google, media sosial, atau situs berita lain tanpa izin/lisensi yang jelas.
- Jika memakai sumber berlisensi (misal: Creative Commons / stok foto), pastikan lisensinya memperbolehkan penggunaan, dan cantumkan atribusi yang diminta lisensi (nama kreator, sumber, dan jenis lisensi) di Caption atau Sumber.
- Jika ragu, gunakan gambar buatan sendiri, gambar berlisensi jelas, atau minta bantuan redaksi.
- Jika terjadi klaim, redaksi berhak menurunkan/mengganti gambar, menyunting, atau men-takedown artikel demi kepatuhan hukum.
7) Penjelasan lengkap isian form pengiriman
Berikut penjelasan tiap isian agar Anda tidak bingung saat submit.
| Isian | Wajib? | Penjelasan & tips |
|---|---|---|
| Kategori/Topik (maks 3) | Ya |
Pilih 1–3 kategori/topik yang paling relevan sesuai jenis artikel:
Jika pilihan tidak ada yang cocok, Anda dapat mengetik kategori baru. Maksimal 3 total (dipilih + diketik).
|
| Jenis Artikel | Ya |
Jenis artikel dipilih sebelum Anda masuk ke form penulisan.
Pastikan memilih jenis yang tepat karena akan mempengaruhi struktur form, kategori yang tersedia, dan proses review.
Lihat bagian Memilih jenis artikel untuk panduan detail.
|
| Cover Image | Opsional |
Upload gambar sampul agar artikel lebih menarik.
Jika Anda mengunggah cover, biasanya diminta mengisi caption dan sumber.
|
| Caption Cover | Tergantung | Wajib diisi jika Anda mengunggah cover. Jelaskan isi gambar dan relevansinya. |
| Sumber Gambar | Disarankan | Cantumkan sumber gambar (URL/atribusi) atau keterangan “dibuat dengan AI (tool)”. |
| Judul | Ya |
Buat judul spesifik dan informatif.
Contoh: “PERMA No. 3 Tahun 2025 dan Implikasinya terhadap …”
|
| Slug | Opsional | Biasanya dibuat otomatis dari judul. Jika diisi manual, gunakan huruf kecil dan tanda minus. |
| Keywords / Kata Kunci | Wajib |
Wajib diisi dan maksimal 255 karakter.
Pisahkan dengan koma.
Contoh:
perma, peradilan, mahkamah agung, pidana |
| Ringkasan (Opsional) | Opsional | Tulis 2–4 paragraf ringkas. Ringkasan membantu pembaca memahami inti sebelum membuka artikel. |
| Isi Artikel | Ya | Tulis isi dengan struktur yang jelas. Gunakan subjudul dan paragraf pendek. Tambahkan rujukan penting melalui endnote. |
| Referensi / Endnote | Disarankan | Tempat Anda menuliskan daftar sumber. Setelah ditambahkan, sisipkan marker di teks. Lihat panduan lengkap di bagian endnote. |
8) Tips agar naskah lebih berpeluang diterima
- Mulai dari isu yang jelas: jelaskan pertanyaan/masalah hukum yang Anda jawab.
- Bangun argumen: bukan hanya rangkuman pasal, tetapi jelaskan mengapa dan dampaknya.
- Pakai sumber primer: UU, putusan pengadilan, peraturan lembaga, risalah resmi.
- Minimal 1–3 rujukan kunci (idealnya lebih jika banyak klaim faktual).
- Tambahkan visual: diagram alur, tabel perbandingan, atau ilustrasi yang relevan (dengan sumber).
- Rapi di mobile: paragraf pendek, gunakan bullet list untuk poin penting.
- Periksa ulang: ejaan, tanggal/nomor peraturan, dan konsistensi istilah.
9) Setelah submit: alur review & status artikel
Setelah Anda menekan “Kirim (Pending Review)”, artikel akan masuk antrian review. Redaksi dapat menyunting minor (tanpa mengubah substansi) atau meminta revisi.