Literasi Hukum - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia berencana memangkas kuota produksi beberapa komoditas tambang strategis seperti batu bara dan nikel. Tujuan perencanaan ini ialah sebagai langkah menjaga stabilitas harga di pasar global sekaligus meningkatkan tata kelola sektor pertambangan nasional. Bahlil menilai produksi yang dilakukan selama ini terlalu berlebihan dan harga komoditas belakangan ini turun. Pengurangan kuota produksi tambang dipandang sebagai langkah strategis untuk menekan kelebihan pasokan agar harga komoditas tetap terjaga di pasar global. Melalui pengurangan produksi, pemerintah berharap dapat menciptakan keseimbangan baru yang lebih menguntungkan secara ekonomi.
Lonjakan target dan realisasi produksi pertambangan nikel dalam beberapa tahun terakhir tak lepas dari dorongan kebijakan hilirisasi pemerintah. Hal ini terjadi sejak bijih nikel dilarang sepenuhnya diekspor pada 2020 dan diwajibkan diolah di dalam negeri. Aktivitas penambangan bijih nikel, sebagai bahan baku, pun meningkat signifikan. Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan Bisman Bakhtiar, Jumat (26/12/2025), mengatakan, pemangkasan produksi tambang nikel menjadi langkah tepat dalam rangka menjaga pasokan dan permintaan nikel. Hingga saat ini belum ada sinyal bahwa harga nikel akan kembali menguat. Bahlil belum menetapkan rincian pemangkasan…
Tulis komentar