Struktur dan Anatomi Kontrak
Berikut ini pemaparan dari struktur dan anatomi kontrak:
1. Awal atau Kepala Akta/Akad
2. Irah-irah
Awal kontrak syariah terdapat kalimat Basmalah serta beberapa kutipan ayat AlQur’an yang dimuat sebelum judul, memang dalamUU tidak menyebutkannya. Namun, menurut Muhammad Tahir Manshori salah satu kaidah kontrak syariah adalah niat, tujuan, dan motivasi para pihak. Kalimat Basmalah sebagai motivasi akan niat dantujuan dalam pembuatan kontrak syariah.
3. Judul Kontrak
Judul kontrak biasanya mencakup : sama dengan isi kontrak, mencerminkan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam kontrak, dan judul tidak terlalu luas atau terlalu sempit. Judul kontrak yang memberikan gambaran tentang isi dari kontrak dan bersifat nasional seperti: perjanjian kredit, perjanjian pembiayaan konsumen, perjanjian pemberian jaminan fidusia, perjanjian sewa guna usaha kendaraan bermotor.
4. Pembukaan Kontrak
Setelah judul terdapat nomor akta, jam, hari, tanggal, bulan, dan tahun pembuatan akta atau kontrak, serta nama lengkap notaris. Adapu tujuan nomor kontrak sebagai bentuk tata tertib administrasi sesuai dengan Pasal 38 ayat 2 UU No. 30 tahun 2004. Setelah itu mencantumkan jam, hari, tanggal, dan tahun pembuatan kontrak. Adapun, letak tanggal pembuatan kontrak disesuaikan oleh kehendak para pihak, kecualai akta autentik sudah memiliki format tersendiri yang pada umumnya diletakkan di awal kontrak. Ada dua model pembukaan kontrak, yaitu: Tanggal kontrak disebutkan pada bagian awal kontrak, dan Tanggal kontrak disebutkan pada bagian akhir kontrak.
Tulis komentar