JAKARTA, Literasi Hukum - Menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai hakim konstitusi, Arief Hidayat menyampaikan candaan kepada Anwar Usman dan berseloroh bahwa Solo seakan memiliki "berkah" karena mampu menghasilkan Presiden dan Wakil Presiden RI. Momen tersebut terjadi saat acara wisuda purnabakti hakim konstitusi di Ruang Sidang Pleno Gedung I Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, pada Rabu (4/2/2026).

Arief pensiun pada 3 Februari 2026 setelah menjabat selama 13 tahun, bersamaan dengan usianya yang mencapai 70 tahun, sesuai dengan ketentuan batas usia pensiun hakim konstitusi. Dalam acara itu, hadir delapan hakim konstitusi lainnya, termasuk Anwar Usman.

Guyon untuk Anwar Usman dan Kisah “Dibujuk” Jadi Wakil Ketua MK

Ketika menyapa para hakim, Arief dengan sengaja menyebut nama Anwar Usman paling akhir sambil bergurau bahwa mereka yang telah memasuki usia pensiun adalah "orang-orang tua" di Mahkamah Konstitusi. Ia kemudian mengenang masa awal menjadi hakim konstitusi, ketika Anwar Usman dan Harjono datang menemuinya dan membujuknya agar bersedia mencalonkan diri sebagai Wakil Ketua MK. Arief akhirnya setuju dan sempat menjabat sebagai Wakil Ketua MK pada periode 2013–2015.

Pesan Serius: Sedih Jika MK “Teraniaya” dan Catatan soal Putusan Perkara 90

Di balik selorohnya, Arief juga menyampaikan pesan yang serius. Ia menyatakan tidak berduka meninggalkan Mahkamah…