Literasi Hukum - Artikel ini membahas perjalanan Aksi Kamisan sebagai simbol perjuangan demokrasi dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia. Aksi Kamisan, yang telah berlangsung selama 17 tahun, menjadi gerakan kolektif untuk merawat ingatan atas pelanggaran HAM berat di masa lalu. Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, penegakan HAM masih menghadapi banyak tantangan, termasuk berbagai kasus pelanggaran yang belum terselesaikan. Artikel ini juga menyoroti janji kampanye Jokowi untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM yang belum terpenuhi, serta dampak negatif terhadap indeks demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia. Setelah berkuasa 32 tahun lamanya, rezim otoriter Orde Baru berhasil dilengserkan oleh kekuatan gerakan masyarakat sipil. Runtuhnya kekuasaan rezim tersebut juga berarti menandakan lahirnya “demokrasi baru” yang telah memberikan sejumlah keleluasaan dalam menjalankan praktik kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun, proses perjuangan demokratisasi di Indonesia harus dibayar mahal. Dalam sejarahnya, naiknya rezim otoriter Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto ke tampuk kekuasaan ditandai dengan banjir darah pasca Gestapu 1965. Begitu pun, dengan runtuhnya tirani yang telah menimbulkan berbagai macam kerusakan di berbagai lini dan pelanggaran HAM berat yang sampai saat ini tidak dituntaskan. Ada banyak korban tewas yang berjatuhan…