Literasi Hukum - Hari Berita Sedunia (World News Day) yang jatuh pada 28 September seharusnya menjadi perayaan kemenangan jurnalisme. Namun, di tengah situasi saat ini, perayaan ini terasa seperti ironi pahit—bagaikan menari di atas kuburan media massa. Ketika buzzer politik merajai linimasa dengan bayaran jutaan rupiah, wartawan profesional justru dipaksa bersaing dengan akun anonim yang tak punya tanggung jawab moral.
Jika kita menengok situasi di Indonesia beberapa bulan terakhir, kita bisa melihat dengan jelas bagaimana media sosial menjadi arena pertarungan narasi yang luar biasa panas. Ingat demonstrasi besar-besaran pada Agustus hingga September 2025? Gelombang protes itu bermula dari rasa muak masyarakat terhadap sikap elite politik. Video anggota dewan berjoget di tengah situasi krisis, disusul pernyataan kontroversial soal gaji, meledak di lini masa. Sebagian masyarakat yang tadinya acuh pun pada akhirnya ikut geram.
Amarah publik memuncak setelah muncul kabar tragis tentang seorang pengemudi ojek online yang meninggal terlindas kendaraan taktis saat aksi. Detik-detik peristiwa itu viral di mana-mana, memicu solidaritas sekaligus kemarahan yang meluas. Namun, keadaan semakin runyam dengan kehadiran buzzer politik. Di Indonesia, keberadaan buzzer dapat diidentifikasi melalui akun-akun media sosial anonim yang kerap membuat narasi provokatif, intimidatif, dan…
World News Day untuk Jurnalis atau Buzzer Politik?
Di tengah maraknya buzzer politik, jurnalisme Indonesia hadapi krisis kepercayaan. Opini ini mengupas ironi World News Day 2025 dan seruan agar media kembali ke marwahnya sebagai benteng terakhir mela...
Catatan Opini
Artikel opini ini ditulis oleh kontributor/kolumnis. Pandangan yang disampaikan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mewakili pandangan redaksi.
PROGRAM KONTRIBUTOR
Anda bisa menjadi kolumnis di Literasi Hukum.
Kirim tulisan opini/analisis hukum Anda. Jika tayang, Anda berpeluang memperoleh payout/honor sesuai ketentuan.
Akses artikel gratis Anda habis.
Anda sudah membaca 2/2 artikel gratis hari ini (tanpa login). Masuk untuk mendapatkan tambahan 2 artikel gratis per hari. Untuk akses tanpa batas dan bebas iklan, silakan berlangganan.
- Premium Artikel: akses artikel tanpa batas + bebas iklan (mulai Rp 20.000/bulan)
- Premium Baca + Template: artikel + template dokumen (maks 5 template/hari) (mulai Rp 30.000/bulan)
- Premium All Access: artikel + template + akses semua tryout (UPA, Kuliah Hukum, CPNS) (Rp 55.000/bulan)
Mulai dari Paket Artikel
Bebas iklan
Premium Artikel
Rp 20.000/bulan
≈ Rp 667/hari
atau Rp 129.000/tahun
Artikel + Template
Rp 30.000/bulan
≈ Rp 1.000/hari
atau Rp 199.000/tahun
All Access (termasuk Tryout)
Rp 73.000
Rp 55.000/bulan
Diskon 25%
≈ Rp 1.833/hari
Rp 876.000
Rp 310.000/tahun
Diskon 65%
≈ Rp 849/hari
💡
Cara gratis dapat bonus baca
Kirim artikel dan dapat bonus baca 3 hari gratis.
Kuota gratis: guest 2/hari dan akun gratis 2/hari. Reset setiap hari.
Dukungan
• Literasi Hukum Indonesia
Baca lebih nyaman, sekaligus dukung literasi.
Gabung Membership atau kirim artikel Anda untuk dipublikasikan.
Membership
Baca tanpa iklan, lebih fokus, dan akses fitur premium.
Kirim Artikel
Kirim tulisan Anda—kami kurasi dan bantu publikasi. Jika tayang, Anda berkesempatan memperoleh poin/payout sesuai ketentuan.
Tulis komentar