1) Integritas & independensi
- Independen: keputusan editorial tidak boleh dipengaruhi kepentingan pribadi, komersial, atau tekanan pihak luar.
- Konflik kepentingan: penulis wajib mengungkap konflik kepentingan yang relevan (mis. hubungan profesional, afiliasi, atau kepentingan finansial).
- Transparansi: promosi, sponsor, atau kerja sama harus ditandai jelas dan tidak disamarkan sebagai konten editorial.
2) Akurasi, verifikasi, dan koreksi
- Akurat: klaim faktual wajib dapat diverifikasi dengan rujukan yang layak.
- Berimbang: untuk isu yang sensitif atau diperdebatkan, redaksi mengupayakan penyajian yang proporsional.
- Koreksi: jika terjadi kekeliruan, koreksi/klarifikasi dilakukan secepatnya dengan catatan yang wajar.
3) Kejujuran akademik & anti-plagiarisme
- Plagiarisme dilarang: menyalin materi pihak lain tanpa atribusi yang layak (termasuk terjemahan) tidak diperkenankan.
- Atribusi: kutipan, data, dan ide yang bukan milik penulis harus diberi sumber yang jelas.
- Anti-fabrikasi: dilarang membuat rujukan/kutipan/data yang tidak ada atau tidak dapat diverifikasi.
4) Perlindungan privasi & kelompok rentan
- Data pribadi: hindari mempublikasikan data pribadi sensitif tanpa alasan kepentingan publik yang jelas dan kehati-hatian ekstra.
- Korban/anak: identitas korban dan anak harus dilindungi; penyebutan identitas dapat disamarkan atau tidak ditampilkan.
- Non-diskriminasi: dilarang memuat ujaran kebencian, diskriminasi, atau perundungan berdasarkan SARA, gender, orientasi, disabilitas, atau status sosial.
5) Etika peliputan perkara dan isu hukum
- Praduga tak bersalah: hindari bahasa yang menghakimi pada perkara yang belum berkekuatan hukum tetap.
- Kehati-hatian: konten yang dapat memengaruhi proses hukum/peradilan ditangani dengan review lebih ketat.
- Konteks: bila menulis isu hukum, sertakan konteks norma/prosedur dan rujukan otoritatif bila memungkinkan.
6) Etika visual, data, dan sumber
- Gambar/ilustrasi: tidak menyesatkan dan tidak melanggar hak cipta. Gunakan materi berlisensi/izin atau karya sendiri.
- Data: angka/grafik harus memiliki sumber; jika estimasi, harus dijelaskan sebagai estimasi.
- Sumber anonim: dipakai secara terbatas; redaksi mempertimbangkan alasan anonimitas dan verifikasi tambahan.
7) Penggunaan alat AI
Penggunaan AI diperbolehkan sebagai alat bantu (mis. merapikan struktur atau bahasa) dengan syarat:
- Penulis tetap bertanggung jawab penuh atas substansi, fakta, dan rujukan.
- Dilarang memasukkan kutipan/rujukan fiktif hasil AI.
- Konten yang sensitif wajib melalui verifikasi manusia.
8) Penegakan
Pelanggaran kode etik dapat berakibat penolakan naskah, permintaan revisi, penarikan konten, pembatasan akun, atau langkah lain yang dianggap perlu. Jika Anda menemukan dugaan pelanggaran, silakan laporkan melalui halaman Kontak atau email admin@literasihukum.com.
Kode etik ini dapat diperbarui mengikuti kebutuhan editorial dan perkembangan praktik media digital.